Selasa, 25 April 2017

Obat Herbal Penyakit TBC Paru Ampuh

Sedang mencari informasi tentang penyakit TBC ? Kami solusinya, disini kami akan memberikan informasi lengkap tentang penyakit TBC sekaligus memberikan rekomendasi pengobatan yang telah terbukti AMPUH, AMAN & NYAMAN.

Obat Herbal Penyakit TBC Paru Ampuh


Obat Herbal Penyakit TBC Paru Ampuh - TBC adalah penyakit yang umumnya menyerang paru-paru, penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang bernama mycobacterium tuberculosis.

Bakteri ini  menyebar melalui udara ketika seseorang dengan infeksi TB aktif batuk, bersin, atau menyebarkan butiran ludah mereka melalui udara.

Walaupun secara umum penyakit TBC menyerang paru-paru, namun pada kasus tertentu bakteri penyebab penyakit TBC ini juga dapat menyebar ke bagian organ lainnya seperti otak dan tulang belakang.

Dibandingkan dengan penyakit lain yang disebabkan oleh satu agen infeksius, tuberkulosis adalah pembunuh terbesar kedua, secara global. Pada tahun 2015, 1,8 juta orang meninggal karena penyakit ini, dengan 10,4 juta orang jatuh sakit.

Orang yang terinfeksi bakteri TB memiliki risiko seumur hidup 10% terkena penyakit TB. Namun, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu, seperti orang yang hidup dengan HIV, kurang gizi atau diabetes, atau orang yang menggunakan tembakau, memiliki risiko lebih tinggi untuk jatuh sakit.

Ketika seseorang mengembangkan penyakit TBC aktif, gejalanya (seperti batuk, demam, berkeringat di malam hari, atau penurunan berat badan). Orang dengan TB aktif dapat menginfeksi 10-15 orang lainnya melalui kontak dekat selama setahun.

Pada tahun 2015, 87% kasus TB baru terjadi di 30 negara dengan beban TB tinggi. Enam negara menyumbang 60% kasus TB baru: India, Indonesia, China, Nigeria, Pakistan, dan Afrika Selatan.

Pada mereka yang menderita penyakit TBC, terdapat beberapa gejala yang bisa diketahui seperti :
  • Kelelahan.
  • Bengkak di leher .
  • Suhu tinggi (demam).
  • Penurunan berat badan.
  • Kehilangan selera makan.
  • Berkeringat di malam hari.
  • Batuk terus- menerus yang berlangsung lebih dari tiga minggu dan biasanya menimbulkan dahak, yang mungkin berdarah.
Bagaimana cara pengobatan penyakit TBC paru ?

Untuk membantu mengobati penyakit TBC paru, kami rekomendasikan produk herbal Cordyceps Plus Capsule Green World. Merupakan produk herbal yang terbuat dari cordyceps dan ginseng yang terdapat di Sichuan Tibet. Diproses dengan teknologi GMP steril, tingkat penyerapan dan khasiat tinggi.

Obat herbal tbc paru ini memiliki manfaat utama yaitu meningkatkan fungsi imunitas tubuh dan paru-paru. Manfaat tersebut secara tidak langsung dapat meredakan beberapa gejala yang disebabkan oleh penyakit tuberkulosis.

Dilihat dari khasiatnya, obat tbc paru herbal ini memiliki khasiat dan manfaat seperti :
  • Menjaga paru-paru, ginjal.
  • Mencegah tumor, kanker paru-paru, kanker lambung.
  • Membantu meredakan batuk dan ekspetoran serta asma.
  • Membantu menurunkan serum kolesterol, trigliserida, hipertensi.
  • Mencegah penggumpalan trombosit, meningkatkan waktu bertahan saat hipoksia.
  • Mencegah penurunan sel darah putih akibat kemoterapi dan terapi radiasi, serta meningkatkan kekebalan tubuh pasien.
  • Membantu menghambat pertumbuhan sekaligus membunuh berbagai virus bakteri yang mengganggu pernafasan dan paru, termasuk sangat signifikan dalam membunuh bakteri tubercle bacillus.

Cordyceps untuk penyakit tbc paru

C. Sinensis adalah jamur Ascomycetes tahunan yang berkaitan erat dengan jamur.  Nama cordyceps berasal dari bahasa Latin yang berarti klub dan kepala.

Telah diketahui memiliki banyak implikasi farmakologis dan terapeutik, terutama, dalam hal kesehatan manusia menjadikannya sebagai kandidat yang sesuai untuk penggunaan etno-farmakologis.

Cordyceps memiliki sejarah penggunaan yang panjang sebagai tonik paru-paru dan ginjal, dan untuk pengobatan bronkitis kronis, asma, tuberkulosis dan penyakit lain pada sistem pernafasan. Efek kardiovaskular Cordyceps semakin sering diperhatikan oleh para peneliti karena ia bekerja melalui berbagai cara yang mungkin dilakukan dengan menurunkan tekanan darah tinggi melalui efek dilatasi langsung atau dimediasi melalui reseptor M-cholinergic yang menghasilkan perbaikan pada sirkulasi darah koroner dan serebral.

Cordyceps juga dapat melegakan dan membuka saluran udara. Ini menjelaskan mengapa telah digunakan secara tradisional untuk mengobati penyakit pernafasan seperti: pneumonia, bronkitis kronis, emfisema paru, dan tuberkulosis. Cordyceps diakui dalam pengobatan tradisional Cina (TCM) sebagai anti-asma, ekspektoran dan sebagai penekan batuk.

Studi lain juga menunjukkan sebagian besar polisakarida dan nukleosida yang ditemukan di Cordyceps mendukung sistem kekebalan tubuh dan menunjukkan penguatan sel solid, antiviral, dan gerakan anti-tumor.

Ginseng untuk penyakit tbc paru

Ginseng mengandung senyawa yang dapat memperkuat fungsi paru-paru, dapat mengurangi batuk sekaligus memperkuat sistem kekebalan tubuh. Ginseng ini juga memiliki sifat adaptogenik yang berarti dapat meningkatkan daya taha tubuh terhadap stress, kelelahan dan infeksi. Ginseng mengandung mineral dan nutrisi yang membantu membangun kekebalan tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi dan penyakit lainnya.

Ginseng menguatkan tubuh dan mengembalikan kesehatan yang baik pada pasien. Ini juga merupakan batuk penekan. Salah satu gejala utama tuberkulosis adalah batuk terus-menerus. Karena itu, ramuan ini merupakan obat yang sangat baik untuk tuberkulosis.

Testimoni :
  • Nama : Ibu Marwa
  • Umur : 97 tahun
  • Alamat : Tanjung Priok, Jakarta Utara
  • Penyakit : TBC dan sakit tulang belakang
Sebelumnya saya pernah mengalami sakit tulang belakang yang amat sangat menyiksa dan TBC dengan batuk selalu berdarah. Untuk aktivitas jalan pun saya tidak sanggup. Anak saya telah membawa saya untuk berobat ke beberapa tempat namun sayangnya gejala saya tidak kunjung sembuh. Atas rekomendasi teman, kemudian saya mengonsumsi produk compound marrow powder green world, Cordyceps Plus Capsule, cow colostrum green world dan kidney woman green world.

Hasilnya luar biasa, dalam waktu 1 minggu sakit tulang belakang saya hilang dan saya bisa turun ranjang untuk berjalan seperti orang normal. Batuk saya berkurang dan setelah 2 paket produk saya konsumsi, saya sudah tidak pernah batuk lagi dan sekarang saya bisa bepergian ke mana-mana walau sudah berumur 97 tahun. Terimakasih Green World.

Kamis, 06 April 2017

Sejarah Tuberkulosis (TBC) Di Indonesia & Dunia

Sedang mencari informasi tentang penyakit TBC ? Kami solusinya, disini kami akan memberikan informasi lengkap tentang penyakit TBC sekaligus memberikan rekomendasi pengobatan yang telah terbukti AMPUH, AMAN & NYAMAN.

Sejarah Tuberkulosis (TBC) Di Indonesia & Dunia

Sejarah Tuberkulosis (TBC) Di Indonesia & Dunia
Sejarah Tuberkulosis (TBC) Di Indonesia & Dunia - Sejarah Tuberkulosis (TBC) - Setelah pada artikel sebelumnya kami bahas mengenai apa itu penyakit tbc menurut para ahli, nah pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang sejarah TBC baik di Indonesia dan dunia.

Berbagai artikel telah banyak dikutip dan diangkat untuk menceritakan sejarah penyakit ini, salah satunya ialah sejarah TBC yang telah di paparkan oleh laman WIKIPEDIA.

Tuberculosis sudah ada dalam kehidupan manusia sejak zaman kuno. Deteksi paling awal “M. tuberculosis” terdapat pada bukti adanya penyakit tersebut di dalam bangkai bison yang berasal dari sekira 17.000 tahun lalu. Namun, tidak ada kepastian apakah tuberkulosis berasal dari sapi (bovin), yang kemudian ditularkan ke manusia, atau apakah tuberkulosis tersebut bercabang dari nenek moyang yang sama.

Para ilmuwan yakin bahwa manusia terkena MTBC dari binatang selama proses penjinakan. Namun, gen “Micobacterium tuberculosis” complex (MTbC) pada manusia telah dibandingkan dengan MTbC pada binatang, dan teori tersebut telah terbukti salah. Galur bakteri tuberkulosis memiliki nenek moyang yang sama, yang sebenarnya bisa menginfeksi manusia sejak Revolusi Neolitik.

Sisa kerangka menunjukkan bahwa manusia prasejarah (4000 Sebelum Masehi) mengidap TB. Para peneliti menemukan pembusukan tuberkulosis di dalam tulang spina mumi-mumi Mesir dari tahun 3000–2400 SM. "Phthisis" berasal dari bahasa Yunani yang artinya “konsumsi,” yakni istilah kuno untuk tuberkulosis paru.

Sekitar 460 SM, Hippocrates mengidentifikasi bahwa phthisis adalah penyakit yang paling mudah menular pada saat itu. Orang dengan phthisis mengalami demam dan batuk darah. Phthisis hampir selalu berakibat fatal. Penelitian gen menunjukkan bahwa TB telah ada di Amerika dari sekira tahun 100 AD.

Sebelum Revolusi Industri, cerita rakyat seringkali menghubungkan tuberkulosis dengan vampir. Jika seorang anggota keluarga meninggal karena TB, kesehatan anggota keluarga lainnya dari orang yang terinfeksi tersebut perlahan-lahan menurun. Masyarakat percaya bahwa orang pertama yang terkena TB menguras jiwa anggota keluarga lainnya.

Jenis TB paru yang dikaitkan dengan tuberkel ditetapkan sebagai patologi oleh Dr Richard Morton pada 1689. Namun, TB memiliki berbagai gejala, sehingga TB tidak diidentifikasi sebagai satu jenis penyakit hingga akhir 1820-an. TB belum dinamakan tuberkulosis hingga 1839 oleh J. L. Schönlein.

Selama tahun 1838–1845, Dr. John Croghan, pemilik Gua Mammoth, membawa mereka yang terkena TB ke dalam gua dengan harapan menyembuhkan penyakit tersebut dengan suhu konstan dan kemurnian udara di dalam gua: mereka meninggal setelah satu tahun di dalam gua. Hermann Brehmer membuka sanatorium pertama pada 1859 di Sokołowsko, Polandia.

Basilus yang menyebabkan tuberkulosis, “Mycobacterium tuberculosis,” diidentifikasi dan dijelaskan pada 24 Maret 1882 oleh Robert Koch. Dia menerima Hadiah Nobel bidang fisiologi atau kedokteran pada 1905 atas penemuan ini.[104] Koch tidak percaya bahwa penyakit tuberkulosis pada sapi (ternak) dan manusia adalah penyakit yang serupa.

Keyakinan ini menunda pengakuan bahwa susu yang terinfeksi menjadi sumber infeksi. Kemudian, risiko penularan dari sumber ini sangat jauh berkurang karena penemuan proses pasteurisasi. Koch mengumumkan ekstrak gliserin dari basil tuberkulosis sebagai "obat" untuk tuberkulosis pada 1890. Dia menamakannya “tuberkulin.” Meskipun “tuberkulin” tidak efektif, tuberkulin diadaptasi sebagai tes penapisan untuk mengetahui adanya tuberkulosis prasimtomatik.

Albert Calmette dan Camille Guérin menerima kesuksesan pertama dalam imunisasi anti tuberkulosis pada 1906. Mereka menggunakan tuberkulosis galur bovin di-atenuasi, dan vaksin tersebut dinamakan BCG (basil Calmette dan Guérin). Vaksin BCG pertama kali digunakan pada manusia pada 1921 di Perancis. Namun, vaksin BCG baru diterima secara luas di AS, Inggris, dan Jerman setelah Perang Dunia II.

Tuberkulosis menimbulkan kekhawatiran masyarakat pada abad ke-19 dan pada awal abad ke-20 sebagai penyakit endemik masyarakat miskin di perkotaan. Pada 1815, satu di antara empat kematian di Inggris disebabkan oleh "konsumsi." Pada 1918, satu di antara enam kematian di Perancis disebabkan oleh TB. Setelah para ilmuwan menetapkan bahwa penyakit tersebut menular pada 1880-an, TB dimasukkan ke penyakit wajib lapor di Inggris.

Kampanye dimulai agar orang-orang berhenti meludah di tempat umum dan orang miskin yang terinfeksi penyakit tersebut ‘didorong’ untuk masuk sanatorium yang menyerupai rumah tahanan. (Sanatorium untuk kelas menengah ke atas menawarkan perawatan yang luar biasa dan pemeriksaan medis terus-menerus.) Sanatorium tersebut seharusnya memberi manfaat "udara bersih" dan pekerjaan. Namun bahkan dalam kondisi terbaik, 50% pasien di dalamnya meninggal setelah lima tahun (“ca.” 1916).

Di Eropa, angka tuberkulosis mulai meningkat pada awal 1600-an. Angka kasus TB mencapai puncak tertingginya di Eropa pada 1800-an ketika penyakit ini menyebabkan hampir 25% dari keseluruhan kasus kematian. Angka kematian kemudian menurun hingga hampir mencapai 90% pada 1950-an.

Peningkatan kesehatan masyarakat secara signifikan mengurangi angka tuberkulosis bahkan sebelum streptomisin dan antibiotik lainnya digunakan. Namun, penyakit tersebut masih merupakan ancaman yang serius bagi kesehatan masyarakat. Ketika Konsil Penelitian Medis dibentuk di Inggris pada 1913, fokus awalnya adalah penelitian tuberkulosis.

Pada 1946, pengembangan antibiotik streptomisin mewujudkan pengobatan dan penyembuhan efektif untuk TB. Sebelum obat ini diperkenalkan, pengobatan satu-satunya (kecuali sanatorium) adalah intervensi bedah. “Teknik pneumotoraks" membuat paru-paru yang terinfeksi kolaps dan memberikan "jeda" sehingga lesi akibat tuberkulosis mulai sembuh.

Kemunculan MDR-TB kembali menjadikan pembedahan sebagai opsi dalam standar tatalaksana untuk perawatan infeksi TB. Intervensi bedah saat ini meliputi pengangkatan kavitas ("bula") patologis di dalam paru-paru untuk mengurangi jumlah bakteri dan meningkatkan pajanan obat bagi bakteri yang masih ada di dalam aliran darah. Intervensi ini secara bersamaan mengurangi jumlah bakteri total dan meningkatkan efektifitas terapi antibiotik sistemik.

Meskipun para ahli mengharapkan agar TB dapat diberantas sepenuhnya (bandingkan cacar), munculnya galur resistensi obat pada 1980-an membuat pemberantasan TB menjadi sulit. Kemunculan kembali tuberkulosis mendorong deklarasi emergensi kesehatan global yang dibuat oleh WHO pada 1993.

Lalu, bagaimana sejarah TBC di Indonesia ?

Catatan yang paling tua dari penyakit ini di Indonesia adalah seperti yang didapatkan pada salah satu relief di Candi Borobudur, yang nampaknya menggambarkan suatu kasus Tuberkulosis Paru. Artinya pada masa itu (tahun 750 SM) orang sudah mengenal penyakit ini yang terjadi di antara mereka (Aditama, 1990).
 
Selain itu, setiap tahunnya sekitar 4 juta penderita baru tuberkulosis paru menular di dunia, ditambah lagi dengan penderita yang tidak menular. Artinya setiap tahun di dunia ini akan ada sekitar 8 juta penderita tuberkulosis paru, dan akan ada sekitar 3 juta orang meninggal oleh karena penyakit ini.
Itulah sejarah penyakit TBC baik di Indonesia dan di dunia. Semoga artikelnya bermanfaat, terimakasih :)
 
Source:
https://id.wikipedia.org/wiki/Tuberkulosis#Sejarah
http://blogkesmas.blogspot.co.id/2011/05/sejarah-epidemiologi-dan-etiologi.html


Sejarah Tuberkulosis (TBC) Di Indonesia & Dunia

Apa Itu Penyakit TBC ? Pengertian Menurut Para Ahli

Sedang mencari informasi tentang penyakit TBC ? Kami solusinya, disini kami akan memberikan informasi lengkap tentang penyakit TBC sekaligus memberikan rekomendasi pengobatan yang telah terbukti AMPUH, AMAN & NYAMAN.

Apa Itu Penyakit TBC ? Pengertian Menurut Para Ahli

Apa Itu Penyakit TBC ? Pengertian Menurut Para Ahli
Apa itu penyakit TBC ? Mungkin bagi sebagian orang ada yang belum mengenal apa sebenarnya penyakit tbc. Nah oleh karena itu pada artikel pertama ini kami akan membahas secara lengkap apa itu sebenarnya penyakit tbc yang dikutip dari pendapat beberapa ahli kesehatan.

Apa itu penyakit tbc ?

Tuberkulosis atau biasa disingkat dengan TBC adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh infeksi kompleks Mycobacterium Tuberculosis yang ditularkan melalui dahak (droplet) dari penderita TBC kepada individu lain yang rentan(Ginanjar, 2008,).

Bentuk bakteri Mycobacterium Tuberculosis ini adalah basil tuberkel yang merupakan batang ramping, kurus, dan tahan akan asam atau sering diseb ut dengan BTA (batang tahan asam). Dapat berbentuk lurus ataupun bengkok yang panjangnya sekitar 2-4 μm dan lebar 0,2 –0,5 μm yang bergabung membentuk rantai. Besar bakteri ini tergantung pada kondisi lingkungan(Ginanjar, 2010 ).

Penyakit tuberkulosis dapat menyerang pada siapa saja  tidak terkecuali pria, wanita, tua, muda,  kaya dan miskin serta dimana saja. Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi sistemis yang dapat mengenai hampir semua organ tubuh (Depkes RI, 2005).

Bakteri tuberkulosis akan menyebabkan terjadinya kerusakan permanen  pada paru yang dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius, antara lain pleura effusion(pengumpulan cairan diantara  paru-paru dan dinding rongga dada) atau pneumothorax(terdapat udara diantara paru-paru dan dinding rongga dada) (Aditama, 2002).

TBC sangat berbahaya karena bisa menyebabkan seseorang meninggal dan sangat mudah ditularkan  kepada siapa saja dimana 1orang pasien TBC dengan Baksil Tahan Asam (BTA) Positif bisa menularkan kepada 10–15 orang di sekitarnya setiap tahun (PPTI, 2010).

Laman www.ahlinyaobatherbal.com/apa-itu-penyakit-tbc-definisi-pengertian/ juga menjelaskan bahwa penyakit TBC adalah penyakit menular yang umum, dan dalam banyak kasus bersifat mematikan. Penyakit ini disebabkan oleh berbagai strain mikobakteria, umumnya Mycobacterium tuberculosis. Mycobacterium tuberculosis (MTB) merupakan spesies bakteri patogen dalam genus Mycobacterium dan agen penyebab kebanyakan kasus tuberkulosis.

Sebagian besar komponen M.Tuberculosis adalah berupa lemak/lipid sehingga kuman mampu tahan terhadap asam serta tahan terhadap zat kimia dan faktor fisik. Mikroorganisme ini adalah bersifat aerob yakni menyukai daerah yang banyak oksigen. Oleh karena itu M. Tuberculosis senang tinggal di daerah apeks paru-paru yang kandungan oksigennya tinggi.

Itulah pengertian penyakit TBC menurut para ahli. Semoga artikelnya bermanfaat, terimakasih :)

Source : http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/540/jbptunikompp-gdl-mohamadyud-26956-2-unikom_m-i.pdf


Pengertian Penyakit TBC Menurut Para Ahli

Recent Posts